Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Juli 2010

Focuskan diri

Bila kamu memandang diri mu kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan mu pun jadi kerdil
Namun bila mu memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, kamu pun melakukan hal-hal penting dan berharga
Tindakan mu adalah cermin bagaimana kamu melihat dunia. Sementara dunia mu tak lebih luas dari pikiran mu tentang dirimu sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiaran kita.
Padahal dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri
Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Senin, 28 Juni 2010

Jiwa

Tentang Cinta "Anything for Love"



Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan. Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta. Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.” Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu. Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita. Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya. Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.



Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan. Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.



Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat - Hamka Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi. Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping. Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.



by. z4rz1d
28/06/10

Senin, 01 Juni 2009

Kecoa

Kecoa
Penulis : Fajar Hidayat
“Nauval, sudah berapa kali sih Mama bilang, kamarnya dibersihin, diberesin! Jorok banget sih. Kamar kok kayak kandang ayam gini. Entar ada kecoanya baru tahu rasa!“ dengan rasa jengkel mama menasehati sama Nauvel.

Sudah hampir dua jam ini Mama ngomel sambil ngeberesin kamar Nauval. Kamar itu sepertinya nyaris tidak layak disebut kamar. Buku-buku berserakan, bahkan sampai ada yang di kolong tempat tidur. Seprei sudah nggak menutupi kasur lagi. Di lantai kamar ada saja sisa-sisa hapusan ditemukan. Lemari baju pun berantakan. 

Disana-sini banyak layangan dan mobil-mobilan yang nggak disimpan pada tempatnya. Sampah jajanan juga menumpuk di belakang pintu. Pokoknya asli tidak enak dilihat! Padahal sudah nyaris setiap hari Mama ngeberesin kamar Nauval, tapi selalu saja kerapihannya tidak bias bertahan lama.

“Huh, kecoa saja diributin,” selalu begitu jawaban Nauval kalau Mama mengingatkan. Dan jawabannya itu tentu saja membuat Mama semakin ngomel besar.

Malam harinya setelah mengerjakan PR Matematika, Nauval tertidur di lantai kamarnya yang mulai berantakan lagi. Mungkin karena kelelahan. Kelelahan menghadapi PR Matematikanya dan kelelahan menghadapi omelan Mama yang membosankan.
***
“Assalamu’alaikum,“ seru Nauval sepulang dari sekolah siang itu. Tidak ada jawaban.

Mama kemana ya, biasanya sebelum Nauval pulang sekolah Mama sudah pulang lebih dulu dari kantor. Ah, mungkin Mama dapat tugas ngeliput dadakan kali ya. Mama kan reporter, batin Nauval. Untung dia membawa kunci duplikat rumah, sehingga dia bisa masuk.

“Lapar, makan ah!” Tujuan pertama Nauval setelah masuk rumah adalah meja makan. Padahal dia belum berganti pakaian. Mama juga sering kali mengomeli kebiasaan Nauval yang satu ini. Tapi dasar Nauval bandel semakin sering Mama mengomel, semakin sering pula dia melakukannya.

Setelah selesai makan Nauval menuju pintu kulkas dan meminum jus alpukat yang ada. Lalu dia mencomot kue kering di lemari makan Mama hingga ludes. Setelah merasa kenyang baru Nauval menuju kamarnya. 

Dibiarkannya saja piring dan gelas bekas makannya tadi berserakan di dapur.

Tapi saat baru saja membuka pintu kamarnya Nauval terkaget-kaget. Di dalam kamarnya ada sesosok monster besar seperti serangga dengan antena panjang dan bau yang tidak enak. Menjijikkan. Hah, apa itu? Nauval menjerit ketakutan, namun tetap tidak bergeming di tempatnya.

“Hei, kamu teman baikku. Aku senang berjumpa denganmu. Mumpung Mama dan Papa kamu tidak ada, ayo kita bersenang-senang. Hahaha,” kata monster itu kepada Nauval dengan suara menggelegar.

“Ss..si..siapa..siapa kamu?!” Nauval memberanikan dirinya untuk bertanya pada monster itu.

“Hahaha, kenapa kamu takut seperti itu, Sobat? Bukankah aku teman baikmu? Sahabat karibmu? Hahaha, tapi tidak apa-apa. Mungkin kamu lupa padaku karena wujudku sekarang lebih besar dari yang biasa kamu lihat. Aku adalah kecoa yang tinggal di kamarmu. Sekarang tubuhku membesar karena segala kebutuhan hidupku terpenuhi di sini,” jawab monster yang ternyata kecoa raksasa itu.

“Ke..ke..kenapa kamu ada di sini?” Nauval bertanya lagi.

“Hahaha…hahaha…hahaha…” Sang monster justru tertawa lebih keras, membuat Nauval makin ketakutan.

“Kamu benar-benar lucu teman. Kamu bertanya kenapa aku ada di kamarmu? Hah, bukankah kamu yang mengundangku ke sini. Apa kamu lupa sobat? Hahaha.” sambil ketawa terbahak.

“A…a…aku…bukan sahabatmu. Aku tidak pernah memintamu ke sini.” Nauvel ketakutan.

“Apa? Kamu tidak mengenalku? Bukankah kamu yang membiarkan kamarmu selalu dalam keadaan tidak rapi, sehingga aku bisa betah tinggal di sini. Kamu yang membiarkan remah-remah makanan berserakan dimana-mana, sehingga aku dapat hidup terjamin disini. Hah, bukankah jelas itu membuktikan kalau kamu adalah sahabatku!” Sang monster mulai tersinggung dengan ucapan Nauval yang tidak mau mengakuinya sebagai sahabat.

“Aku tidak pernah kenal kamu. Pergi kamu dari kamar dan rumahku! Pergi!” teriak Nauval setelah mengumpulkan seluruh keberaniannya.

“Apa kamu bilang? Kamu memperlakukanku seolah-olah aku tamu yang tak diundang, hah?!” Tiba-tiba sang monster kecoa menjadi sangat marah. Dia tidak terima dan sangat tersinggung karena Nauval tidak mengakui sang kecoa sebagai teman. Padahal Nauval telah mengundang kecoa itu datang ke tempatnya.

Perlahan tapi pasti sang monster mulai merengsek maju ke depan, untuk mendekati Nauval yang masih berada di depan pintu kamarnya. Dia hendak menyerang Nauval dengan antena panjangnya dan wajahnya yang menyeramkan. Nauval kembali ketakutan. Saking takutnya dia tidak sanggup untuk bergerak lari. Keringat dingin mulai membanjiri tubuhnya.

“Ti..tidak. Tidak! Aku tidak mau berteman denganmu. Tidak. Tidaaak!” Nauval menjerit sekeras-kerasnya sambil menutup mata.
 

Dan tiba-tiba datanglah Mama.
***
“Nauval.. Nauval.. bangun. Bangun Nauval. Kamu kenapa teriak-teriak kayak gitu? Tidur di lantai lagi. Hei, bangun Sayang.. bangun!“ Mama berusaha membangunkan Nauval. Di sampingnya ada Papa. Nauval pun terbangun.

Melihat wajah Mama dan Papa di dalam kamarnya, Nauval tersadar bahwa yang dialaminya tadi hanya mimpi. 
Mimpi buruk yang benar-benar seperti nyata. Bahkan ketakutan yang di rasakannya tadi masih terasa. Tiba-tiba Nauval menangis dan bangkit memeluk Mama.

“Mama, maafin Nauval Ma. Nauval nggak akan ngeberantakin kamar lagi. Nauval janji mau rajin ngeberesin kamar. Nauval nggak mau jadi teman kecoa dan binatang menjijikan yang lain, Ma,“ janji Nauval pada Mama.
Walaupun Mama dan Papa bingung, tapi tentu saja mereka senang mendengar janji Nauval itu. Terutama Mama. Berarti Mama nggak perlu ngomel-ngomel lagi. Mama berharap semoga saja Nauval mematuhi janjinya sendiri. Di tempat lain kecoa sadar bahwa keberadaannya di rumah itu tidak akan lama lagi.karena Nauvel menepati janjinya untuk rajin membersihkan kamarnya.
http://fjsebuahcoretan.blogspot.com
Madiun,10 Maret 2009

Kekuatan Pikiran Bawah Sadar

“Pemborosan yang paling besar adalah di tanah pekuburan, karena mati
sebelum dapat mengoptimalkan seluruh potensi.”
– Andrew Ho –
Kekuatan Pikiran Bawah Sadar
Penulis : Fajar Hidayat
Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.
Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: Autosuggestion dan Visualization.

Autosuggestion
Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.
Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendekte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.
Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock). Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.
Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan - kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya- budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.
Ada 6 petunjuk dalam melakukan Autosuggestion, yaitu;
- Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.

- Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.
- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.
- Present Tense : dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan datang.
- Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.
Visualization
Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar Romawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thought make of it - Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya.”
Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan. Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.
Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam memvisualisasikan impian, yaitu:
1. Mendefinisikan impian
Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian seolah-olah kamu sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan akhirnya dapat meraih cita-cita.

2. Menentukan target waktu
Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan, sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, “Be the best, do the best, and then let God take care the rest – Jadilah yang terbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan“. Potensi yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.

3. Melakukan berulang-ulang
Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif.
Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu.
Ref : http://fjsebuahcoretan.blogspot.com

Jumat, 29 Mei 2009

Percaya pada Kemampuan Diri


Percaya pada Kemampuan Diri
Penulis : Fajar Hidayat
Waktu masih kecil, kamu mungkin pernah mendengar kisah adaptasi "The Little Engine That Could". Buku itu bercerita tentang kereta api yang bergerak ke bukit dengan perlahan dan tersendat. Lokomotifnya berkata pada diri sendiri, “Aku bisa, aku bisa, aku bisa.” Kereta pun terus bergerak perlahan naik hingga tiba di bukit dengan selamat.

Pelajaran sederhana yang dapat diberikan ialah: Percayalah pada kemampuan diri sendiri. Seandainya lokomotif itu tidak percaya akan kemampuannya tiba di atas bukit, bisa jadi kisah dalam buku itu berakhir menyedihkan.




Bukan hanya lokomotif itu saja yang dapat mengatakan, “Aku bisa, aku bisa, aku bisa”, tetapi Kamu pun dapat melakukan yang sama. William Arthur Ward, penulis kondang asal Amerika mengatakan, ”Saya adalah pemenang karena saya berpikir seperti pemenang, bersiap jadi pemenang, dan bekerja serupa pemenang.”
Jika kamu berpikir menjadi seorang pemenang, maka memang benar kamu seorang pemenang.
Kisah heroik lokomotif itu dalam dunia nyata dibuktikan sendiri oleh Hendrawan, atlet bulutangkis Indonesia. Tahun 1997, Hendrawan dinyatakan sudah habis oleh PBSI. Karena faktor usia dan prestasinya yang menurun, PBSI bermaksud mengeluarkan Hendrawan dari Tim Pelatnas. Tapi Hendrawan punya keyakinan sendiri, bahwa ia percaya kemampuannya dan belumlah habis. Hendrawan masih percaya bahwa ia dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi. Dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi, dan diiringi kerja keras yang tidak lelah, Hendrawan menunjukkan kepada dunia bahwa ia memang mampu meraih prestasi luar biasa.

Hendrawan membuktikan kemampuannya telah sempat dinyatakan sudah habis. Tahun 1998, Hendrawan menjadi penentu kemenangan Tim Thomas Indonesia. Juga ia menjuarai Singapura Terbuka. Kemudian di tahun 2000, Hendrawan kembali menjadi penentu kemenangan Tim Thomas Indonesia. Di tahun itu pula ia mengukir namanya dengan meraih medali perak dalam Olimpiade Sydney. Masih di tahun yang sama, ia menjadi runner up Jepang Terbuka. Dan pada tahun 2001, ia menjadi Juara Dunia Tunggal Putra, sebuah gelar yang menjadi idaman pebulutangkis manapun di dunia. Tahun 2002, ia kembali membawa Indonesia mempertahankan Piala Thomas ke Tanah Air.

Percaya kemampuan diri sendiri tak harus ditunjukkan oleh mereka yang berprofesi sebagai atlet, yang bekerja di kantoran, yang mempunyai stamina fisik yang prima, atau mereka yang masih muda dan memiliki semangat menggebu-gebu. Percaya pada diri sendiri, percaya akan kemampuannya, dapat ditunjukkan oleh siapa pun. Tanpa mengenal pekerjaan, status, umur, dan jenis kelamin.
Mak Eroh, generasi sekarang mungkin tak mengenal nama ini. Tahun 1988, nama Mak Eroh sempat menyedot publik nasional. Saat itu, semua orang ramai memperbincangkannya . Mak Eroh, waktu itu berumur 50 tahun, perempuan dari Kampung Pasirkadu, Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat memang telah mengukir prestasi besar.

Apa yang membuat nama Mak Eroh melambung? Mak Eroh, bergelantungan seorang diri di lereng yang tegak di tebing cadas, di lereng timur laut Gunung Galunggung. Mak Eroh berhasil berjuang sendirian membuat saluran air sepanjang 47 hari. Ketika pertama kali Mak Eroh melakukannya, banyak masyarakat sekitar yang mencibir tindakannya. Tapi hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk terus bekerja. Mak Eroh percaya akan kemampuan nya, walau saat itu usianya boleh dibilang tidak muda. Seorang wanita yang mustinya menikmati hari tuanya dengan menimang atau bermain dengan cucu.

Mak Eroh yang hanya mengecap pendidikan hingga kelas III SD dan memiliki tiga orang anak, dalam aksinya menggunakan tali areuy, tali sejenis rotan sebagai penahan ketika bergelantungan. Sedangkan alat yang dipakai untuk ‘mengebor’ tebing cadas hanyalah cangkul dan balincong, serupa linggis pendek.
Saluran untuk mengalirkan air dari Sungai Cilutung akhirnya berhasil diselesaikan. Berhentikah tindakan Mak Eroh mengebor tebing cadas? Belum. Dengan semangat yang tak kenal menyerah, Mak Eroh melanjutkan membuat saluran air berikutnya sepanjang 4,5 kilometer mengitari 8 bukit dengan kemiringan 60-90 derajat. Bukan main! Pengerjaannya kali ini dibantu oleh warga desa yang mau membantunya, setelah melihat dengan mata kepala sendiri hasil yang telah dilakukan Mak Eroh. Dalam waktu 2,5 tahun, pekerjaan lanjutan itu terselesaikan dengan baik. Hasilnya? Bukan hanya lahan pertanian sawah Desa Santana Mekar yang terairi sepanjang tahun. Tapi juga dua desa tetangga yang ikut menikmati kucuran air hasil kerja keras Mak Eroh setelah warganya membuat saluran penerus, yaitu Desa Indrajaya dan Sukaratu.

Aksi Mak Eroh akhirnya sampai juga ketelinga Presiden Suharto. Atas aksinya yang tergolong berani dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar, Mak Eroh mendapat penghargaan Upakarti Lingkungan Hidup pada tahun 1988. Setahun kemudian, dia juga meraih penghargaan lingkungan dari PBB.
 “Jika ada keyakinan yang dapat menggerakkan gunung, itu adalah keyakinan dalam diri sendiri.”
– Marie von Ebner-Eschenbach, penulis, 1830-1916

Kamis, 28 Mei 2009

Matt Mullenweg

Biografi Matt Mullenweg ( Pendiri Wordpress )
ditulis : Fajar Hidayat

Matthew Charles Mullenweg atau dikenal dengan Matt Mullenweg lahir pada 11 Januari 1984 (baru berulang tahun ke-25), di Houston,Texas - Amerika Serikat. Di masa SMA, Matt belajar Seni Visual dan Pertunjukan di sekolahnya serta ia mahir di musik saxophone. Meskipun studinya bukan dibidang teknologi komputer dan programming, namun Mat berhasil mendirikan serta mengembangkan software yang kini sangat terkenal yakni WordPress.com, Akismet, dan bisnis Automattic-nya.

 
 
 
 
 
Awal Matt dan WordPress

Sejarah WordPress bermula saat Matt berusia 18 tahun (tahun 2002). Ketika itu, Matt baru mulai menggunakan fasilitas blog yakni blog b2cafelog. Ia menggunakan blog b2 (bbpress.org) untuk mempublikasi foto-fotonya selama perjalanan ke Washington D.C.

Namun, beberapa bulan kemudian, blog bbpress tempat Matt mempublikasi fotonya berhenti dalam mengembangkan software-nya. Karena kondisi seperti itu, muncullah pemikiran kreatif dari Matt. Pada Januari 2003, Matt Mullenweg mengumumkan melalui blog-nya bahwa dia akan mengembangkan blog b2 sehingga sesuai dengan standar web saat itu.

Dengan inisiatif sendiri, Matt bersama Mike Little mulai memgembangkan coding WordPress berbasis b2. Kemudian, Mike dan Matt bersama Michel Valdrighi (mantan pengembang b2), mulai aktif mengembangkan WordPress hingga lahirlah WordPress yang Anda kenal saat ini. Pada 27 Mei 2003, WordPress versi 0.70 dirilis. Versi 0.7 ini masih mengandung struktur file yang sama dengan pendahulunya, b2cafelog.

Di usia 19 tahun (Maret 2003), Matt bersama rekannya mendirikan GMPG dengan format yang lebih kompleks dari HTML. Setahun kemudian, WordPress meluncurkan fasilitas Ping-O-Matic yang berguna untuk mengirim ping notifikasi kepada search engine blog seperti Technorati. Dan saat ini, Ping-O-Matic telah melayani lebih 1 juta ping tiap harinya.

Matthew Mullenweg

Matthew Mullenweg

Matt Mullenweg, Mahasiswa DO (Drop Out)

Pada tahun 2004, nasib buruk menimpa Matt dalam bidang pendidikan formal. Ia drop-out alias DO dan pindah dari Houston ke San Fransisco (California) untuk bekerja pada CNET selama setahun.

Pekerjaannya di CNET selama setahun merupakan masa-masa terakhir Matt bekerja di perusahaan. Karena pada usia 21 tahun, Matt telah ‘pensiun muda’ dari perusahaan CNET dan ia menghabiskan waktunya berkarya untuk WordPress. Tidak lama dari masa pensiunnya, ia pun berhasil meluncurkan aplikasi Akismet yang berfungsi memblokir komentar dan trackback yang teridentifikasi sebagai spam.

Di tahun yang sama, Matthew memutuskan WordPress terbuka bagi kalangan umum di seluruh dunia pada November 2005. Di tahun yang sama, Matt meluncurkan Automattic yang menjadi perusahaan bisnis yang mendukung WordPress dan Akismet.

Pemuda 22 tahun Rekrut Eksekutif Yahoo

Jiwa entrepreneur dan kematangan Matt dalam mengembangkan WordPress dan Akismet telah menghantarkan usahanya masuk ke bisnis profesional. Pada tahun 2006 (22 tahun), pemuda Matt mampu merekrut mantan CEO Oddpost dan Senior Manager Yahoo!, Tony Schneider sebagai CEO Automattic. Beberapa bulan setelah Tony Schneider berada di Automattic, Akismet (anak perusahaan) yang baru berusia kurang 2 tahun berhasil meraup USD 1.1 juta pada April 2006.

Kesuksesan Matthew Mullenweg

Daya pikir inovatif serta pantang menyerah pada diri seorang Matthew telah membawa dirinya sebagai jutawan muda. Di usia 25 tahun, Matthew Mullenweg telah berhasil menjadi miliader muda dengan kekayaan tidak kurang USD 40 juta (Rp 400 miliar).

Ia pun dinobatkan sebagai 16 dari “50 Orang Terpenting di Dunia Internet” oleh PC World pada tahun 20 07. Dari daftar 50 orang tersebut, hanya Matt yang merupakan orang termuda (23 tahun).

Dengan fasilitas yang unik, cepat dan menarik, WordPress berhasil ‘memikat’ jutaan pengguna. Dengan tambahan ribuan blogger serta ratusan ribu posting terbaru tiap harinya, WordPress berhasil masuk ke dalam 30 situs teraktif di dunia. Setelah mendapat layanan Gravatar pada tahun 2007, beredar isu bahwa usaha yang didirikan Matt, Automattic, ditawari hingga USD 200 juta, namun Matt menolak menjualnya.
 
ref. http://fjsebuahcoretan.blogspot.com

Young on Top

Berada di karier puncak adalah hak semua orang, termasuk kamu. Tak perlu menunggu usia matang untuk mewujudkan hal tersebut. Namun, ingat aturan mainnya: kariermu dibangun oleh kamu sendiri. Jangan mengharapkan orang lain melakukannya untukmu.

Jika kamu memiliki hasrat yang sama kuatnya antara apa yang kamu kerjakan dengan kesuksesan, maka pegang kontrol atas tujuan profesionalmu. Kamulah yang menentukan siapa kamu, apa yang bisa kamu lakukan, dan ke mana kamu akan membawa kariermu. Kamulah yang mengontrol kesuksesan itu.

Temukan 30 rahasia sukses di usia muda, mulai dari pelajaran dasar mengenai Confidence, On Time, Open Minded, Respect, Just Perform, hingga rahasia Extra Mile. Lewat bahasa yang ringan dan praktis, Billy Boen memadukan pengalaman pribadi dengan pengalaman orang-orang sukses lainnya yang bisa menjadi inspirasi dan semangat.

Young on Top is a place where you want to be tomorrow.

--

“Buku ini menyimpulkan dengan lebih baik apa yang saya share ke tim dan murid-murid saya! Saya rekomendasikan buku ini agar dibaca oleh semua eksekutif muda dan mahasiswa/i yang akan lulus kuliah. Buku ini practical dan no-nonsense untuk orang muda yang ingin sukses dalam kariernya!" B. Agus Finardi – Pengusaha dan dosen

"Highly recommended to read this book. This book will change your future!!!" Rickie Ferdinansyah - Pengusaha, business advisor, dan dosen

“Memberikan semua tools yang membantu pembaca mewujudkan impian besarnya. Dikemas dengan penuturan yang praktis, buku ini akan membangkitkan passion di diri pembacanya dalam meraih sukses.” --Mira S. Budi Moeffreni, President Commissioner PT. Procon Indah

kandangagas.blogspot.com

Sabtu, 23 Mei 2009

Steve Jobs


Steve Jobs
Ditulis : Fajar Hidayat
Lahir pada tahun 1955 Los Altos California; Bersama dengan Steve Wozniak, pendiri perusahaan Apple Komputer dan telah menjadi multi-jutawan sebelum berumur 30 tahun. Dimulai dengan perusahaan NeXT untuk membuat sistem pendidikan dengan harga yang terjangkau, menemukan bahwa menjual software lebih baik dari pada menjual hardware.

Pada February 1955, Jobs tidak merasa senang bersekolah di Mountain View, jadi keluarganya pindah ke Los Altos, California, dimana Steven melanjutkan ke sekolah tinggi Homestead. Guru elektroniknya di sekolah tinggi Homestead, Hohn McCollum, memanggilnya sebagai "something of a loner" dan "always had a different way of looking at things."

Setelah selesai sekolah, Jobs melanjutkan mengajar di perusahaan elektronika Hewlett-Packard di Palo Alto, California. Disana dia direkrut sebagai karyawan selama musim panas. Karyawan lain di Hewlett-Packard adalah Stephen Wozniak seorang yang drop-out dari University of California di Berkeley. Seorang insinyur whiz dengan kemampuan elektronika seperti gadgets, Wozniak pada waktu itu mengenalkan "blue box," hasil karyanya, sebuah telepon genggam ilegal yang dapat digunakan untuk komunikasi sambungan langsung jarak jauh. Jobs membantu Wozniak menjual beberapa nomor kepada pelanggan.

Steve Jobs bekerja untuk Atari setelah lulus dari Reed College, Jobs menemukan temannya Steve Wozniak. Dua desainer komputer game dan telepon "blue box", mendapatkan lebih banyak keahlian mereka dari klub komputer Homebrew. Memulai kerja di sebuah garasi milik keluarganya, mereka mengatur usahanya ketika toko Byte di Mountain View membeli lima puluh komputer assembling mereka. Dari sinilah dimulainya perusahaan komputer Apple didirikan. Nama ini berdasarkan nama buah favorit Job dan logonya dipilih untuk mempresentasikan nama perusahaan dan kata-kata bitnya. Menjelang awal tahun 1980 Jobs mengkontrol langsung bisnis perusahaan, dengan sukses memilih presiden yang akan mengambil alih organisasi supaya lebih tinggi lagi. Dengan latar belakang tahun 1985 Jobs melepaskan kekuatannya kepada John Sculley, setelah mendapat pendanaan baru untuk melanjutkan perusahaan NeXT.

Steve Jobs melakukan inovasi ide tentang personal komputer sehingga merevolusi industri hardware and software komputer. Ketika Jobs berumur 21 tahun, dia dan temannya, Wozniak, membuat personal komputer yang disebuat Apple. Apple merubah ide orang tentang komputer dari kotak besar yang penggunaan hanya oleh perusahaan besar dan pemerintah menjadi kotak kecil yang digunakan orang biasa. Tidak ada perusahaan yang melakukan demokratisasi komputer untuk pengguna yang lebih mudah lagi dari komputer buatan perusahaan Apple.

Software buatan Jobs melakukan riset untuk Macintosh yang mengenalkan tampilan windows dan teknologi mouse yang dibuat standar untuk semua aplikasi pada software.

Dua tahun setelah membuat Apple I, Jobs memperkenalkan Apple II. Apple II adalah personal komputer untuk rumah dan usaha kecil selama
kurang lebih 5 tahun. Ketika Macintosh dikenalkan pada tahun 1984, yang dipasarkan untuk usaha menengah dan besar. Macintosh mengambil langkah yang pertamanya dalam mengadaptasi personal komputer untuk kebutuhan kerja perusahaan.

Pekerja di kantor mendapatkan kemudahan pengetahuan komputer dalam aktifitas harian melalui tampilan Macintosh yang mudah digunakan. Steve Jobs menyadari sebagai orang muda yang brilian di Silicon Valley, karena dia melihat permintaan masa depan dari industri komputer. Dia merasa mampu membuat personal komputer untuk pasar dari produknya. "Personal komputer dibuat berdasarkan revolusi hardware pada tahun 1970 dan perubahan dramatis berikutnya akan datang pada revolusi software," kata Jobs. Ide inovasinya dengan penggunaan yang mudah untuk Macintosh merubah desain dan fungsi dari tampilan software untuk komputer.

Tampilan Macintosh memungkinkan orang untuk berinteraksi lebih mudah dengan komputer, karena mereka menggunakan mouse untuk mengklik pada display obyek pada screen untuk melakukan fungsi perintah tertentu. Macintosh mendapatkan perintah komputer yang memudahkan orang dalam menggunakan komputer. Setelah berhenti dari perusahaan Apple, Jobs akan melanjutkan tantangan dirinya untuk membuat komputer dan software untuk riset dan pendidikan dengan memulai membangun perusahaan baru seperti komputer NextStep.

Minggu, 10 Mei 2009

Semangat

Penulis : Fajar Hidayat
Kicauan burung dipagi hari
Seakan bersenandung merdu
bak penyejuk hati
Raga pun terisi semangat baru
Yang dulu sempat pupus ditelan waktu
Indah …
Itu yang kini kurasa
Menyempurnakan diri dalam dalam jiwa yang suci
Menyatu dengan beningnya embun pagi
ketika matahari mulai terbit lagi
Wahai raga-raga yang kosong
Kian sepi tanpa arah
Bangkitlah menuju hari yang cerah
Jangan biarkan bumi pertiwi hancur
diporak-porandakan oleh jiwa-jiwa tak bernurani
Marilah kita satukan diri dalam ikatan yang abadi
Agar kita dapat membela negeri
Dari otak-otak yang keji
Dari  hati yang tak terkendali
Bangkitlah !
Semangatlah!
Cerahkan bumi
Seperti matahari menyinari pagi
Indahkan pertiwi
Seperti embun di pagi hari
Madiun,20 April 2009

Rabu, 18 Maret 2009

Membuat Otak Creative menjadi Otak Inovative

Penulis : Fajar Hidayat


Otak Creative adalah otak yang disiapkan untuk melakukan berbagai percobaan. Inilah yang dimaksud sebagai wujud kreatifitas. Hasil dari kreatifitas akan menghasilkan sesuatu yang disebut temuan. Jika temuan ini terus dilanjutkan di otak Creativitas, maka hasilnya adalah ciptaan. Ciptaan merupakan produk kreasi orisional yang belum pernah ada. Sementara temuan adalah karena melihat sesuatu yang telah ada, lalu menyampaikannya dengan cara yang baru agar lebih efektif dan inovatif. Untuk menjelaskannya, saya beri contoh salah satu saja bagaimana mengoperasikan Otak Creative.

Example, meski tidak memiliki ide, berusahalah tetap menciptakan sesuatu yang baru seperti menulis, mendisain, dan mencari informasi-informasi baru yang bermanfaat. Tidak peduli apakah hasil karya kamu itu bakal selesai atau tidak. Jangan peduli apakah hasil karya kamu saling berhubungan satu sama lain atau tidak, pokoknya hasilkan aja karya baru kamu. Target kamu adalah, menjaga Otak Creative tetap bekerja. Tujuannya adalah menciptakan Otak Inovative.

Apa itu Otak Inovative?

Berbeda dengan Otak Creative. Otak Inovative justru bisa didapat karena adanya proses Otak Creative. Jika kamu bertanya kenapa ada seseorang penulis yang mampu menyelesaikan tulisan dalam waktu singkat, bahkan bisa melakukannya setiap hari. Dan juga seorang disainer Grafis bisa lebih cepat mendapatkan ide-ide baru untuk menghasilkan karya-karya grafis yang inovative dan baru sehingga bias dinikmati semua orang. Lalu kamu bertanya-tanya, adakah resep rahasia agar bisa menghasilkan karya-karya baru dengan lancer dan inovatif…?

Sebenarnya ini bukan rahasia atau misteri. Jika kamu memahami dengan baik apa itu Otak Creative dan Otak Inovative, maka kelak kamu juga bisa melakukan hal yang sama dengan mereka. Mampu menulis tanpa kendala yang berarti, mendisain dengn ide-ide baru atau apalah yang bisa membuat kamu bangga pada diri kamu sendiri, bahwa kamu bermanfaat buat semua, dan mudah merangkai atau menyusun kalimat atau membuat disain-disain yang kreatif dan inovatif. Gampang menemukan ide-ide baru dan sebagainya. Jika dilogika, semakin kamu kreatif, memaksimalkan Otak Creative, maka dengan sendirinya otak kita tersusun rapi seperti perpustakaan. Ini seperti mendisiplinkan otak untuk berpikir lebih dalam untuk menciptakan ide-ide baru yang keluar darinya. Meski ide kamu tidak penting, tidak terarah, tapi apa yang sudah kamu curahkan dalam ide akan menjadi “semacam kamus/perpustakaan” bagi otak kamu. Saat dibutuhkan, maka dengan mudah untuk dipanggil. Jadi jangan menyerah atau pun bosan dengn apa yang kamu lakukan, karena kedisiplinan itu penting untuk membuat Otak Creative menjadi Inovative.


Example oarang yang pernah pakek otak kayak gini adalah:
1. Leonardo da Vinci IQ=220 ( Universal Genius )
Pelukis Italia yang juga ahli dalam bidang mekanik dan arsitektur.


2. Blaise Pascal IQ=195
Seorang matematikawan, fisikawan, filsuf agama, dan master prosa asal Prancis. Dia yang menemukan Hukum Tekanan Pascal.


3. Galileo Galilei IQ=185
Dia adalah seorang filosofis, astronom, dan matematikawan yang berkontribusi besar dalam Sains dan Astronomi.


3. Albert Einstein IQ=160
Dia adalah fisikawan Amerika yang menemukan rumus Relatifitas

4. B.J Habibie IQ=150
Dia adalah anak Indonesia yang berhasil menemukan Teori Kepesawatan.


tapi perlu kita ingat lagi bahwa yang menentukan sukses bukan hanya IQ

Demikian yang bisa saya deskripsikan untuk seseorang yang ingin mejadikan otak mereka tetap kreatif dan inovatif dalam mencipta atau menghasilkan ide-ide baru. Dan juga bisa belajar Analogi, untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.


Terima kasih atas kunjunganya, semoga apa yang saya tuliskan dapat bermanfaat untuk menjadi lebih baik. Klo ada saran atau comment mohon tinggalkan pesan dibawah.

Minggu, 15 Maret 2009

Sebuah Mimpi Joni

Sebuah Mimpi Joni
Penulis : Fajar Hidayat

“Tidak ada orang yang bodoh di dunia ini,
yang ada hanya orang yang pintar dan belum pintar”


Ini tentang sekolah masa sekolah Joni 2 bulan yang lalu. Saat disekolah mulai jam pelajaran berlangsung dan keadaanya berbeda dari hari-hari biasanaya.


Hari itu Joni suntuk banget. Walau ia udah mutusin buat ninggalin kelas dan kumpul bareng teman-temannya yang lain, Joni masih tetap aja suntuk. Biasanya, ia suntuk kalau udah ketemu dengan pelajaran yang penuh dengan angka-angka dan rumus-rumus yang sulit dipahami. Tapi biasanya bakalan hilang kalau ia udah ninggalin kelas dan kumpul di markas (tempat berkumpulnya anak-anak yang kabur dari kelas waktu jam pelajaran) dengan yang lain. Palingan ngobrol-ngobrol sambil makan, ada juga yang main handphone, sambil dengerin music, ngegame juga sms.


Biasanya kalau udah kumpul di markas, Joni udah kembali enjoy lagi. Apalagi kadang ada yang iseng ada yang bawa game dari rumah, terus mereka semua main bareng, Yah asyik lah pokoknya. Tapi hari ini, semua itu nggak bikin suntuk Joni hilang. Ia ngerasa kayaknya hari-harinya tuh nggak bermakna banget. Tiap hari bolos, ngobrol-ngobrol, main game sama temen-temennya. Sama sekali nggak bermakna. Sempat benaknya pengen nyoba ikut belajar sama yang lain di kelas. Tapi, ia nggak yakin hal itu bisa hilangin kesuntukkannya.

Joni melihat beberapa temannya masih ada yang sibuk maen game sambil ngobrol-ngobrol ngak jelas. Kali ini game yang dibawa dari rumah ngak ngedidik banget. Sebenarnya pengen maen, tapi ia lagi suntuk banget. Rasanya maen game itu nggak banyak ngebantu. Ada juga yang nawarin ngrokok. Tapi ia menolak. Sebenarnya bukan karena nggak mau. Tapi ia bukan anak orang berada. Kalau ia jadi kecanduan, ia nggak bakal bisa beli seperti mereka. Masa mau minta terus.

Akhirnya Joni mutusin buat keluar dari markas, tentunya setelah pamit dengan yang lain.

“Mau kemana Jon?” Langkahnya pun terhenti.

“Keluar. Aku suntuk,” jawabnya pendek.

“Sudah, di sini aja!!! Udah ku bilang, kamu tuh ngerokok aja.” tawaran temenya

“Thanks sob, tapi aku lagi pengen hirup udara luar,” elaknya.

“Jangan bilang kamu mau balik ke kelas!!” tanya seorang temennya yang lagi ngrokok.

Joni tersenyum tipis.

”Kamu kayak nggak kenal aku aja. Aku pergi ya sob.” sambil berjalan keluar tempet itu.

Ia pun melangkahkan kaki keluar markas. Mereka sempat merhatinya keluar, tapi sesaat kemudian, mereka sudah kembali dengan aktifitas masing-masing.

Joni melangkahkan kaki tak tentu arah. Ia bingung mau kemana.

“Pulang? …Ngapain? .. Mau cari masalah sama Emak?” berkata dalam hatinya.

“ Terus aku musti ke mana.? Aku benar-benar sangat suntuk.!” gumamnya lagi.

Akhirnya ia memutuskan untuk terus melangkah entah ke mana. Mungkin langkahnya ini yang akan menunjukkan kemana ia harus pergi.

Setelah sekian lama melangkah, ia berhenti. Di depannya tampak pemandangan yang menurutnya amat mengherankan. Tiga orang pemuda seusianya sedang menghitung hasil penjualan. Sepertinya, mereka berjualan koran. Joni mengernyitkan dahinya, heran.


“Bukankah sudah lama ditetapkan kalau semua anak bisa sekolah tanpa dipungut biaya.?” batinnya.

“Selama ini, aku sekolah tanpa harus bayar SPP atau uang masuk dan sejenisnya. Bahkan belakangan ini anak jalanan sudah jarang terlihat karena mereka sudah bisa sekolah.” kata dalam hatinya.

“Tapi, kenapa mereka nggak sekolah?” tanya Joni dalam hati.

Entah kenapa tiba-tiba Joni menjadi tertarik dengan mereka. Dengan perlahan ia mendekat ke arah mereka. Mereka terlihat lelah. Tapi, tampak kepuasan di wajah mereka. Mungkin korannya laku terjual. Joni duduk tepat di samping mereka. Sekilas, mereka memperhatikan Joni. Tapi kemudian, kembali sibuk menghitung hasil penjualan koran mereka.

“Kamu nggak sekolah?” Tiba-tiba salah seorang dari mereka yang berpostur paling kecil bertanya pada Joni.

Joni terkejut. “Sepertinya dia tertarik denganku.” kata hati Joni.

” Memangnya kenapa?” Joni balas bertanya.

“Bukannya sekarang jam sekolah, seharusnya kamu nggak berada di sini.” kali ini yang menyahut adalah laki-laki yang satunya lagi, yang berkulit paling hitam.

“Lagi malas,” jawab Joni mulai agak suntuk dengan “wawancara” ini.

“Oh.” sahutan pendek itu terlontar dari anak yang paling kurus di antara mereka.

“Sayang banget ya Bud.?” Si hitam itu kembali bersuara, kali ini tidak ditujukan pada Joni, tetapi kepada Si kurus.

Si kurus hanya mengangguk.

“Sayang kenapa?” tanya Joni penasaran.

Joni yang mendengarnya tiba-tiba tertarik untuk berkata.” Kalian nggak sekolah sih, makanya nggak tahu, betapa suntukknya berada di kelas, dikelilingi semua temanmu yang seolah penuh semangat ketika rumus-rumus itu memutari otaknya dan berusaha masuk ke dalamnya. Sementara kepalamu sudah hampir mengeluarkan seluruh isinya karena sudah penuh dengan rumus.”

Mereka nampak terkejut dengan perkataan Joni.

”Nanti kamu marah,” ucap Si kecil.

“Mungkin nggak,’” jawab Joni pendek.

Mereka terdiam sejenak.

”Kami bertiga pengen sekolah. Tapi nggak bisa,” ucap Si hitam.

Joni mengernyitkan dahinya lagi.

”Kenapa nggak bisa, sekarang kan sekolah udah gratis.” Joni berkata pada mereka.

“Emangnya kamu mau dengar cerita kita?” tanya Si hitam.

Joni mengangguk.

*****

Ternyata mereka bertiga nggak sekolah karena nilai mereka tidak mencukupi. Si kecil, memang anak orang tak punya. Dulunya waktu SMP terlalu sibuk bantu bapaknya, ditambah dia sendiri kurang serius belajar, makanya nilai ujiannya jeblok abis. Untungnya dia masih bisa lulus.

Si hitam anak orang nggak punya juga. Bedanya, dia tuh punya otak pas-pasan banget. Udah dijelasin sekian kali, dia masih tetap nggak ngerti, Dia sih pengennya privat sama gurunya biar bisa ngerti. Tapi bapaknya nggak punya uang buat bayar les. Ditambah lagi teman-temannya pada sibuk belajar sendiri karena takut nggak lulus. Jadinya, dia cuma ngandalin otak pas-pasannya itu. Akhirnya dia lulus dengan nilai paling tinggi dari bawah. Sedangkan Si kurus, udah belajar, les ini itu, tapi tetap aja nilainya jeblok. Menurutnya, dia nggak pernah konsen kalau les dan belajar. Makanya nilainya ancur kayak yang lain.

Mereka bertiga nggak diterima di sekolah negeri karena nilai mereka yang jeblok itu. Mungkin mereka bisa diterima kalau di sekolah swasta atau dengan membayar lebih atau istilahnya ‘uang pelicin’. Tapi mereka punya uang dari mana? Makanya akhirnya mereka mutusin buat jualan koran. Daripada diam di rumah menyesali nasib mereka.

Hal itu kemudian menjadi pelajaran buat mereka dan juga buat Joni yang memahami cerita mereka. Jika saja ada kesempatan, mereka ingin sekali memperbaiki diri, mencoba untuk serius belajar, sehingga mereka tidak akan mengalami lagi apa yang telah mereka alami sekarang ini.

“Mungkin dengan jual koran, kita bisa bayar uang untuk masuk sekolah swasta,” celetuk Si hitam.

Keinginan besar mereka untuk sekolah membuat Joni tersentak. Dengan begitu mudahnya, ia bisa masuk ke salah satu sekolah favorit karena dulu ia masih serius belajar. Dan sekarang, ia malah menyia-nyiakan kesempayanya dengan membolos seperti ini hanya dengan alasan karena otaknya tuh udah jenuh. Terlalu penuh dengan rumus-rumus. Sementara masih ada orang yang ingin sekolah, tapi nggak bisa sekolah.

Apa yang bisa Joni lakukan sekarang. Ia hanya seorang Joni, pelajar yang sama sekali nggak ada gunanya, selalu membolos. Ia bisa berbuat apa untuk mereka, sedangkan untuk memikirkan dirinya sendiri aja ia nggak pernah. Ia nggak pernah mikir, mau jadi apa ia ini, kok malah nggak peduliin pendidikannya kayak gini.

Tiba-tiba terbersit dalam hatinya, suatu saat nanti ia akan mengubah pendidikan ini jadi lebih baek.

“Kenapa mereka nggak diberi kesempatan untuk sekolah. Hanya gara-gara nilai mereka jelek? Padahal, sekolah kan bertugas membuat siswa yang awalnya mendapat nilai jelek menjadi lebih pintar dan dapat mengubah nilai jeleknya itu. Tapi faktanya, sekolah hanya bisa mengajar anak yang pada dasarnya sudah pintar, menjadi tambah pintar. Lalu yang belum pintar tidak diizinkan sekolah, sehingga akhirnya mereka tidak akan pernah menjadi pintar.” gumam Joni.

Sebenarnya setiap manusia memiliki potensi untuk menjadi pintar. Karena pada dasarnya manusia itu sama-sama memiliki akal yang mampu membuatnya menjadi lebih dari yang lain, serta memiliki otak yang mampu menyimpan hal-hal baru yang mereka temui, hingga seluruh dunia dan segala isinya akan ada di kepala mereka. Mungkin Joni harus membantu mereka mewujudkan itu. Meskipun ia tidak bisa membantu mereka untuk bisa bersekolah, tapi ia rasa, masih ada yang bisa ia lakukan saat ini.

Joni mengeluarkan beberapa buah buku dari tasnya.

“Kalian bisa baca ini setelah berjualan,” ucap Joni sambil memberikan buku –buku pelajarannya pada mereka.

“Besok aku akan datang lagi. Nanti akan kuajarkan apa yang kudapatkan di kelas pada kalian. Gratis,” lanjutnya lagi.

Mereka tersenyum padanya, pancaran mata mereka terlihat berbinar-binar.

“Makasih ya,” ucap mereka.

Sungguh, Joni merasa terharu sekali dengan ucapan itu. Baru kali ini ia merasa bahwa keberadaannya berguna. Walau hanya sekedar meminjamkan buku yang ia punya, dan memberikan sedikit dari apa yang ia dapat di sekolah, ia merasa menjadi seseorang yang lebih berarti dari sebelumnya.

“Mungkin ini tak ada apa-apanya, Teman. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mereka. Karena mereka, aku tak tertarik untuk bolos lagi. Karena aku sudah berjanji akan mengubah pendidikan ini. Pendidikan ini nggak akan biasa kuubah kalau aku sendiri tak berpendidikan.” Perntataan Joni dengn semngat.

Joni berjanji, suatu saat nanti nggak akan ada lagi anak-anak sekolah yang akan mengalami nasib yang sama dengan mereka (penjual korang yang ngak sekolah).

Setelah ini Joni berharap, masih ada lagi yang bisa ia lakukan. Joni sangat berharap semua teman-temannya di markas akan mengalami hal yang sama dengan yang ia alami. Joni akan menceritakan pengalamannya bertemu teman-teman baru itu kepada mereka. Semoga saja mereka mau mendengar pengalaman Joni. Dan mereka mau berubah. Sehingga akan semakin banyak generasi-generasi muda berprestasi yang akan mampu mengubah dunia ini.

Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda.
Ada yang pintar dan ada yang belum pintar.
Dan pendidikan bertugas mengubah yang pintar menjadi lebih pintar
Serta yang belum pintar menjadi pintar.

Rabu, 11 Maret 2009

Seorang Lelaki Tentang Kejujuran

Seorang Lelaki Tentang Kejujuran
Penulis : Fajar Hidayat

Ia terkenang sepuluh tahun yang lalu. Pertama kalinya ia harus berjanji dengan dirinya untuk tidak pernah jujur. Betapa ia ringis mengenangnya. Tapi ia sadar harus melakukannya. Sejak itu ia tidak pernah berkata jujur kepada siapapun.

Ia masih anak-anak 7 tahun dari keluarga tidak berada. Anak-anak sebesarnya sedang sibuk mendaftar sekolah pertengahan bulan Juli, ia masih ingat betul tanggal 10. Teman-temannya pada sibuk pergi ke pasar membeli buku, baju sekolah, dan pensil. Hanya ia yang tidak peduli dengan kesibukan itu karena ia tahu tidak akan sekolah. Tetangganya, Anto bertanya, ”Kamu tidak daftar Di?” Ia menggeleng.

Tepat hari pertama sekolah, Anto terkejut melihat Budi hadir di sekolah lengkap dengan pakaian seragam.

”Kamu bohong, Di. Katanya kamu tidak sekolah.”

Itu pertama kalinya ia kenal dengan kata bohong. Ia tidak mampu menjelaskan kepada Anto kenapa ia bisa hadir di sekolah itu dan mengenakan seragam pula. Ia masih ingat, ketika itu dikatakannya kepada Anto, Mamaknya mengirimkan uang untuk biaya sekolahnya. Tapi Anto tetap mengatakan bahwa ia telah berbohong awalnya.

Di musim layangan, teman-temannya sibuk membuat layangan dari bambu dengan berbagai macam bentuk. Berbeda dengan yang lainnya, hanya ia tidak datang ke lapangan sekolah karena ia tidak suka bermain layangan. Namun, pada suatu siang, ia datang membawa layang-layang berbentuk kupu-kupu ke lapangan sekolah. Teman-temannya bilang, ”Katanya tidak mau main layangan.”

Sejak itu tidak ada orang yang percaya dengan omongannya. Di sekolah, ia lebih dikenal dengan nama Panduto. Lebih akrab dengan nama Pandu. ”Oh, Pandu,” begitu kata teman-temannya.

Bila teman-temannya bermain dadu atau gambar, Budi tidak pernah diajak. Berenang ke sungai juga tidak. Tapi Budi selalu datang sendiri.

Ia tidak pernah senang dengan panggilan Pandu yang diberikan teman-teman kepadanya. Ingin dijelaskannya kenapa ia tidak senang bermain layangan. Ia harus membantu ibunya ke sawah untuk menanam padi. Daripada teman-temannya kecewa, ia bilang saja tidak suka main layangan. Tapi, pada hari kedatangannya ke lapangan sekolah, ibunya menyuruh bahkan memaksa.

”Hari ini kamu tidak usah bantu ibu ke sawah. Main layanganlah dengan teman-temanmu,” begitu kata ibu.

”Tapi saya sudah mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak suka main layangan. Saya bantu ibu saja di sawah.”

Ibu terus memaksa dan memberikannya sedikit uang untuk membeli layangan yang dijual di kedai Pak Amin. Ia terpaksa melakukannya.

Ada yang tidak bisa diterima teman-temannya, pada hari Jumat, sebelum mengaji di surau. Mereka bersama telah sepakat untuk tidak datang mengaji. Tos-tosan tanda kesepakatan. Hari itu, mereka akan main kelereng. Dari rumah masing-masing, semuanya tetap membawa kain sarung dan AlQuran. Di suatu lapangan yang jauh dari rumah, rencananya mereka akan berkumpul. Tidak lupa, dalam kesepakatan, semuanya harus membawa kelereng yang banyak. Siapa yang kalah mesti memberikan kelerengnya kepada temannya yang menang.

Pertama yang datang ke lapangan Soni. Ia duduk di rumput sambil menunggu kedatangan temannya yang lain. Datang Anto, Pardi, Ilham, Aldo, dan Gilang. Sebelum memulai permainan, mereka bercakap-cakap tentang hukuman yang akan diterima dari guru mengaji yang terkenal dengan hukuman berdiri dengan kaki sebelah itu.

”Kalau bersama tidak terasa hukuman itu,” kata Anto membuka suara.

”Biasa saja.”

”Atau, karena kita ramai-ramai, kita dikeluarkan mengaji,” Ilham sedikit takut.

”Mana mungkin Guru Bidin akan mengeluarkan kita mengaji. Dengan apa ia akan makan? Bukankah hanya ini pekerjaannya?” Gilang mematahkan pernyataan Ilham

Lama mereka berbincang, mereka ingat seorang temannya lagi, Budi.

”Pandu kemana? Kenapa ia belum datang?”

”Tunggu saja. Barangkali sebentar lagi ia akan datang.”

Setengah jam mereka menunggu, Budi tidak juga datang.

”Dasar Pandu. Ia pasti berbohong lagi. Kita mulai saja permainan,” ajak Aldo yang dari tadi hanya diam mendengarkan teman-temannya berbicara.

Keesokan harinya, ketika istirahat siang, Budi dikerumuni teman-temannya dan dibawa ke suatu tempat yang lengang.

”Kamu berbohong lagi.”

”Maaf,” kata Budi singkat.

Ia lalu bercerita tentang ibunya. Tidak ada niat untuk melanggar kesepakatan itu. Saya pun suka bermain kelereng. Tapi entah mengapa, ketika akan pergi mengaji, saya iba melihat ibu yang baru saja pulang dari sawah. Ia berkeringat dan jelas kelelahan seharian membanting tulang di sawah. ”Kamu tidak ke surau, Nak?” kata ibu. Saya tidak akan membohongi ibu, makanya saya pergi mengaji.

Teman-temannya melongo mendengar Budi bercerita. Tapi mereka tetap tidak terima karena nanti sore mereka semua akan dihukum berdiri dengan kaki sebelah di tepi sawah dekat surau sebelum bisa mengaji lagi. Yang paling ditakutkan, andai Guru Bidin melaporkan kepada orang tua masing-masing.

***

Ia pergi dari kampungnya setamat sekolah dasar. Membantu ibunya yang sudah semakin tua. Terlebih, ia tidak ingin dipanggil Pandu. Di tempatnya yang baru, ia berjanji pada diri sendiri untuk tidak pernah lagi berbohong, dalam keadaan apapun. Ia tidak akan banyak berbicara karena semakin banyak berkata-kata semakin banyak pula omongan itu yang tidak bisa dipertangungjawabkan.

Garis nasib membawanya kepada keberuntungan. Sifatnya yang luwes dalam bergaul mengantarkan ia berkenalan dengan Kusniadi, kepala instasi di bidang pendidikan. Ia dibawanya berkeja di kantornya sebagai tenaga honorer. Kusniadi bahkan menjanjikan suatu hari nanti ia akan menjadi pegawai tetap dan di SK-kan.

Sampai pada suatu hari ia mendengar kabar dari kampung, ibunya sakit keras. Ketika itu ia baru bekerja selama dua bulan. Ia lalu minta libur dan mengatakan alasannya kepada Kusniadi. Kusniadi mengizinkannya pulang dan memberikan waktu libur selama seminggu.

Belum sampai sebulan setelah ia kembali bekerja, ibunya kembali sakit. Kali ini lebih parah dari dua bulan yang lalu. Ditemuinya Kusniadi dengan alasan yang sama. Tapi jawaban Kusniadi tidak bisa diterimanya.

”Kamu berbohong. Dua bulan lalu kamu katakan ibu kamu sakit. Sekarang sakit lagi. Saya tidak percaya.”

”Benar, Pak. Kalau Bapak tidak percaya, silahkan ikut saya ke kampung.”

”Alasan kamu saja. Kalau kamu pulang, kamu tidak akan saya perbolehkan lagi masuk kantor.”

Ia tidak mendengarkan Kusniadi. Ia pulang ke kampung melihat ibunya yang sakit, walau tidak tahu lagi harus bekerja apa sekembali dari kampung.

Ibunya harus dirawat di rumah sakit, ia terserang tumor ganas dan harus dioperasi. Tapi ia tidak cukup punya uang untuk merawat ibunya di rumah sakit, apalagi untuk biaya operasi. Askes yang diurusnya di kantor Wali Nagari tidak dapat menanggung biaya operasi. Hanya cukup penyediaan tempat saja, itu pun di kamar yang tidak layak huni. Untunglah, seorang rentenir mau meminjamkannya uang sebesar sepuluh juta dan dibayar 20% bunganya. Ia tidak peduli asalkan ibunya sembuh.

Dokter berhasil mengangkat tumor ganas yang bersarang di kepala ibunya. Alangkah senangnya Budi, tapi ia harus berpikir lagi untuk menulasi hutangnya kepada rentenir yang dijanjikannya lima tahun dengan bunga hampir sama dengan yang dipinjam.

Ia pergi ke Pekanbaru. Di sana, banyak orang kampungnya yang bekerja. Kota itu begitu terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha. Kebanyakan orang-orang kampungnya yang merantau ke Pekanbaru menjadi kaya ketika pulang kampung waktu lebaran.

Ia diterima Soni di Pekanbaru. Soni berkerja sebagai pedagang mainan anak-anak. Memasuki pasar-pasar yang dihuni oleh orang-orang transmigrasi. Soni menggajinya cukup besar, untuk ukurannya. Lagi pula, laba yang diperoleh dari berdagang cukup besar. Di daerah transmigrasi, harga bisa dilambungkan daripada dijual di pasar Pekanbaru. Satu jenis pistol anak-anak yang dibeli dengan harga 15.000, bisa dijual di daerah transmigrasi tersebut 25.000. Mereka tidak protes karena memang tidak tahu harga dan jarang pergi ke kota. Lagi-lagi, ia bernasib mujur. Setelah uangnya banyak terkumpul, ia bisa berdagang sendiri.

Dagangannya tetap mainan anak-anak. Tapi, ia berdagang tidak seperti Soni. Soni menjual satu pistol anak-anak seharga 25.000 dengan modal 15.000, ia menjual 50.000. Entah berapa kali lipat dari modal yang ia beli. Bukan tanpa perkiraan, tapi ia percaya, ada orang-orang yang tetap akan membeli karena ia punya cara lain: berdagang dengan mulut.

”Pistol-pistolan ini saya dapatkan dari seorang anak pejabat di Pekanbaru. Tentu ibu tahu, mana ada pistol-pistolan anak orang kaya yang jelek? Ini tahan lama. Lebih penting, anak ibu punya mainan anak orang kaya.”

”Berapa harganya?”

”Lima puluh ribu saja, Bu.”

Ibu itu kaget dan sepertinya hendak beranjak dari situ.

”Tidak akan ibu temui di manapun pistol semacam ini. Lihat mereknya, Bu. Made in Amerika. Saya yakin, ini pistol dibeli di sana.”

Anaknya merengek dan menunjuk-nunjuk ke arah pistol-pistolan yang ditawarkan Budi.

Ia mampu meyakinkan ibu itu, dan ibu-ibu yang lain dengan caranya masing-masing. Berkat caranya berdagang, dalam waktu tiga tahun, ia mampu membayar hutangnya kepada rentenir di kampungnya. Bunganya, rencananya dalam tenggang waktu setahun lagi ia janjikan akan dibayar.

***

Budi mampu membayar hutangnya kepada rentenir tepat pada waktu yang ia janjikan. Ia kini telah mengirimkan uang belanja tiap bulan kepada ibunya di kampung. Membuatkan ibunya tempat tinggal yang layak dan mengembalikan sawahnya yang tergadai dulu.

”Pandu telah kaya sekarang,” kata orang-orang kampung.

”Saya yakin kerjanya menipu orang. Ia kan paling lihai dalam hal itu,” timpal warga yang sepertinya tidak senang dengan keberhasilan Budi.

Ia pulang ke kampungnya tiga hari menjelang lebaran. Warga kampungnya terkejut, Budi pulang tidak naik bus, tapi mobil sedan, untuk ukuran kampung sudah dianggap wah.

Di hari lebaran, ia menyumbang untuk pembangunan masjid sebanyak satu juta rupiah. Dari mikropon masjid diumumkan keras-keras. ”Bagi saudara-saudara yang balik dari rantau, silahkan sumbangkan jerih payah itu untuk pembangunan masjid kita yang masih terbengkalai. Bidin satu juta rupiah. Ayo, siapa lagi?”

Anto, temannya waktu SD datang ke rumahnya bersilaturrahmi. Ketika datang ke rumah Budi, ia telah lupa dengan Pandu. Yang ada di depannya sekarang adalah Budi, sahabatnya sewaktu SD dulu.

”Sudah kaya kau sekarang, Di. Apa pekerjaanmu?”

Ditatapnya sahabat lamanya itu. Dengan pasti dijawabnya,”Berbohong.”




Terima kasih atas kunjungan kalian. Semoga ini bermanfaat buat kita semua. Dan jika ada salah kat ato pengetikan mohon maaf.

Jika ada saran ato comment mohon tinggalin pesan dibawah.

Kisah Seekor Belalang

Penulis : Fajar Hidayat

Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?”.

Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang
aku lakukan”.

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Renungan :
Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang.

Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang
membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah kamu separah itu?
Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tidakkah kamu pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa kamu bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau kamu mau menyingkirkan “kotak” itu? Tidakkah kamu ingin membebaskan diri agar kamu bisa mencapai sesuatu yang selama ini kamu anggap diluar batas kemampuanmu?

Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang kamu ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila kamu sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.

Kehidupanmu akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihanmu sendiri. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untukmu.


terima kasih atas kunjungan kalian moga bisa bermanfaat.

jika kalian ada saran buat ku mohon tinggalin pesan dibawah ya...ato commentnya...

Mengenal Empat Tipe Kepribadian

Penulis : Fajar Hidayat


Galen, seorang ahli fisiolog Romawi yang hidup di abad ke-2 Masehi , yang pertama kali memperkenalkan teori empat kepribadian. Ia menyatakan bahwa kepribadian manusia bisa dibagi menjadi empat kelompok besar: sanguin (populer), koleris (kuat), melankolis (sempurna), dan phlegmatis (damai). Meski teori ini tergolong sangat kuno, para psikolog masa sekarang mengakui, teori kepribadian ini banyak benarnya.

Menurut teori ini,

* Tipe pertama adalah sanguin, tipe yang mempunyai energi yang besar, suka bersenang-senang, dan supel. Mereka suka mencari perhatian, sorotan, kasih sayang, dukungan, dan penerimaan orang-orang di sekelilingnya. Orang bertipe sanguin suka memulai percakapan dan menjadi sahabat bagi semua orang. Orang tipe ini biasanya optimis dan selalu menyenangkan. Namun, ia tidak teratur, emosional, dan sangat sensitif terhadap apa yang dikatakan orang terhadap dirinya. Dalam pergaulan, orang sanguin sering dikenal sebagai “si tukang bicara”.

* Tipe kedua adalah koleris, yang suka berorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan untuk berprestasi, memimpin, dan mengorganisasikan. Orang bertipe koleris menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan dan mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit. Tapi mereka juga suka merasa benar sendiri, suka kecanduan jika melakukan sesuatu, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Orang koleris seperti ini sering diidentifikasi sebagai “si pelaksana”.

* Tipe ketiga adalah melankolis yang cenderung diam dan pemikir. Ia berusaha mengejar kesempurnaan dari apa yang menurutnya penting. Orang dalam tipe ini butuh ruang dan ketenangan supaya mereka bisa berpikir dan melakukan sesuatu. Orang bertipe melankolis berorientasi pada tugas, sangat berhati-hati, perfeksionis, dan suka keteraturan. Karenanya, orang melanklolis sering kecewa dan depresi jika apa yang diharapkannya tidak sempurna. Orang melankolis sering diidentifikasi sebagai “si perfeksionis” atau “si pemikir”.

* Tipe keempat adalah phlegmatis, yang seimbang, stabil, merasa diri sudah cukup, dan tidak merasa perlu merubah dunia. Ia juga tak suka mempersoalkan hal-hal sepele, tidak suka risiko atau tantangan, dan butuh waktu untuk menghadapi perubahan. Orang bertipe ini kurang disiplin dan motivasi sehingga suka menunda-nunda sesuatu. Kadang, ia dipandang orang lain sebagai lamban. Bukannya karena ia kurang cerdas, tapi justru karena ia lebih cerdas dari yang lain. Orang phlegmatis tak suka keramaian ataupun banyak bicara. Namun, ia banyak akal dan bisa mengucapkan kata yang tepat di saat yang tepat, sehingga cocok menjadi negosiator. Orang phlegmatis kadang diidentifikasi sebagai “si pengamat” atau “si manis”.

Setiap orang mempunyai kombinasi dari dua kepribadian. Umumnya salah satunya lebih dominan, kadang juga keduanya seimbang. Sanguin dan koleris bisa berkombinasi secara alami karena keduanya ekstrovert, optimis dan terus terang. Kombinasi ini menghasilkan individu yang sangat energik. Mereka punya daya tarik serta banyak bicara sambil menyelesaikan pekerjaan mereka, entah melakukannya sendiri atau menyuruh orang lain untuk mengerjakannya.

Phlegmatis dan melankolis bisa berkombinasi karena keduanya introvert, pesimis, dan lembut. Mereka melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan tepat waktu, tidak mau mengambil sikap konfrontatif. Namun anak tipe ini akan mudah terkuras energinya jika berurusan dengan orang lain.

Kombinasi koleris-melankolis dan sanguin-phlegmatis menggabungkan optimis dan pesimis, yang suka hura-hura dengan yang tidak suka hura-hura, dan yang supel dengan yang suka menarik diri. Akibatnya anak cenderung tidak seimbang dan berubah-ubah kepribadiannya tergantung keadaan. Kombinasi koleris-melankolis menghasilkan individu yang sangat berorientasi pada tugas. Kombinasi ini akan menjadi peraih prestasi tertinggi, melakukan segala sesuatu dengan cepat dan sesempurna mungkin. Namun mereka bisa menjadi nge-boss dan manipulatif sekaligus mudah stres jika orang lain tak bisa melakukan segalanya dengan benar dan tepat waktu.

Kepribadian sanguin dan phlegmatis juga bisa berkombinasi, menghasilkan orang yang berorientasi pada hubungan. Kombinasi ini menjadikannya teman bagi semua orang. Ia dikagumi karena sifat humornya, selalu rileks, dan menerima orang lain apa adanya. Namun ia cenderung tidak disiplin, tidak suka melakukan apapun, mudah lupa tanggung jawabnya, dan selalu dapat merayu orang lain untuk mengerjakannya bagi mereka.

Kepribadian memang bisa dirubah sedikit demi sedikit setelah tumbuh dewasa. Misalnya, jika ia merasa terlalu emosional, ia bisa merubahnya sedikit demi sedikit sehingga bisa lebih sabar. Namun kepribadian seseorang telah ada sejak ia lahir, dan akan mempengaruhi cara berpikir dan bertindak dalam kehidupannya. Maka ada baiknya jika kita bisa memahami kepribadian diri kita sendiri, juga kepribadian orang-orang di sekitar kita. Karena tiap tipe kepribadian ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, dan masing-masing tipe ini akan berinteraksi dengan baik jika dapat saling melengkapi.


Terima kasih atas kunjungan kalian. Semoga ini bermanfaat buat kita semua. Dan jika ada salah kat ato pengetikan mohon maaf.

Jika ada saran ato comment mohon tinggalin pesan dibawah.

TIPS PENGATURAN JADWAL BELAJAR EFEKTIF

Penulis : Fajar Hidayat


Pengaturan Waktu adalah membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat mengatur dan memprioritaskan belajarmu dalam konteks membagi waktu dengan aktivitas, keluarga, dan lain-lain.

Pedoman:
~ Perhatikan waktumu.
~ Refleksikan bagaimana kamu menghabiskan waktumu.
~ Sadarilah kapan kamu menghabiskan waktumu dengan sia-sia.
~ Ketahuilah kapan kamu produktif.

Dengan mengetahui bagaimana kamu menghabiskan waktu dapat membantu untuk:

Pertama, Membuat daftar “Kerjaan”. Tulislah hal-hal yang harus kamu kerjakan, kemudian putuskan apa yang dikerjakan sekarang, apa yang dikerjakan nanti, apa yang dikerjakan orang lain, dan apa yang bisa ditunda dulu pengerjaannya.

Kedua, Membuat jadwal harian/mingguan. Catat janji temu, kelas dan pertemuan pada buku/tabel kronologis. Selalu mengetahui jadwal selama sehari, dan selalu pergi tidur dengan mengetahui kamu sudah siap untuk menyambut besok.

Ketiga, Merencanakan jadwal yang lebih panjang. Gunakan jadwal bulanan sehingga kamu selalu bisa merencanakan kegiatanmu lebih dulu. Jadwal ini juga bisa mengingatkanmu untuk membuat waktu luangmu dengan lebih nyaman.

Rencana Jadwal Belajar Efektif:
• Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
• Prioritaskan tugas-tugas.
• Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
• Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas. Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.
• Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar.
• Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
• Rencanakan juga “deadline”.
• Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
• Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
• Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri!


Terima kasih atas kunjungan kalian. Semoga ini bermanfaat buat kita semua. Dan jika ada salah kat ato pengetikan mohon maaf.

Jika ada saran ato comment mohon tinggalin pesan dibawah.